Apakah Roh Kudus itu Seorang Pribadi?

oleh Tom Kirkpatrick

https://lifehopeandtruth.com/god/holy-spirit/is-the-holy-spirit-a-person/

Ayat-ayat kutipan artikel ini diambil dari Alkitab versi: Indonesian Modern Bible, dan juga dari Indonesian Terjemahan Baru.

Bagaimana Alkitab menggambarkan Roh Kudus itu? Apakah Alkitab menggambarkan Roh Kudus itu sebagai orang, yakni seorang dari Trinitas? Mari kita lihat apa yang diajarkan Alkitab?

 

 

 

 

 

 

 

Alkitab menggambarkan Roh Kudus itu sebagai “karunia” yang akan “dicurahkan Elohim  ke atas manusia.

Jika Roh Kudus itu adalah seorang pribadi, mengapa Roh Kudus itu tidak diikutsertakan ketika Paulus, Petrus dan Yohanes mengirimkan salam kepada jemaat-jemaat? Mengapa doktrin Trinitas itu tidak diajarkan di dalam Alkitab?

Perkataan “person” [orang pribadi] telah memiliki arti yang berbeda-beda seiring berjalannya waktu. The New World Encyclopedia mencatat, “Tertullian mulai menggunakan pernyataan ‘tiga orang’ (tres personae dalam bahasa Latin). Bahasa Latin untuk persona pada masa Tertullian tidak pernah diartikan sebagai satu individu yang self-conscious [sadar diri], dimana ini biasanya diartikan oleh bahasa Inggris modern dengan perkataan ‘person’ [orang pribadi]. Pada zaman itu, persona hanya berarti kepemilikan legal atau sebuah topeng yang digunakan di atas panggung pertunjukan. Oleh karena itu, tiga orang terpisah masih sebuah substansi (una substantia dalam bahasa Latin). Dalam konteks ini hal itu yang juga digunakan Tertullian sebagai kata “trinitas” (kata kunci ”Trinity”). Dalam doktrin Trinitas, satu “orang” adalah suatu kepribadian atau “topeng.”

Lagi pula, “perkataan Trinity tidak terdapat di dalam Alkitab, dan meskipun digunakan oleh Tertullian selama puluhan tahun pada akhir abad ke-2, itu tidak mendapat tempat pada teologi gereja hingga abad ke-4” (New Bible Dictionary, 1982, “Trinity”)

Doktrin Trinitas berkembang selama berabad-abad sebagai cara manusia untuk menjelaskan sifat Elohim. Tetapi apa yang dijelaskan sumber doktrin yang hakiki tentang sifat Roh Kudus?

Bagaimana Alkitab merujuk pada Roh Kudus

Sementara kita membuka ayat Suci Alkitab, kita akan melihat bahwa Roh Kudus Elohim itu adalah kuasa Elohim sendiri dan bukanlah (sebagaimana yang diajarkan dan dipercayai oleh banyak orang) seorang pribadi – satu anggota dari “Trinitas.” Roh Kudus adalah kuasa yang olehnya dua anggota dari Godhead [Ketuhanan] yang disingkapkan di dalam Alkitab – Elohim Bapa dan Yesus Kristus – memproyeksikan kehendak Mereka, pengaruh Mereka, sifat Mereka dan kuasa kreatif Mereka di alam semesta ini, termasuk mempengaruhi pikiran umat manusia.

Yesus memberitahu murid-muridNya bahwa mereka akan menerima kuasa – kuasa rohani – apabila mereka menerina Roh KudusNya (Kisah Para Rasul 1:8). Pada hari Pentakosta Elohim mengirimkan RohNya yang ditandai dengan manifestasi kuasa agung yang diikuti dengan bunyi “seperti tiupan angin keras” (Kisah Para Rasul 2:1-3). Rasul Paulus mendapat inspirasi untuk menjelaskan bahwa orang Kristen telah diberi Roh ini, dan itu “bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban” (2 Timotius 1:7). Pengaruh kuasa Roh Kudus di dalam seorang Kristen ialah untuk memberi dan mengembangkan suatu kodrat baru, yakni kodrat ilahi, di dalam hidupnya – membuat seorang Kristen menjadi “ciptaan baru” di dalam gambar dan rupa karakter Kristus (2 Petrus 1:3-4; 2 Korintus 5:17).

Menurut Alkitab Roh Kudus itu adalah sebuah “karunia” yang Elohim “curahkan” ke atas manusia (Kisah Para Rasul 2:38; 2:17). Inilah bahasa yang benar yang digunakan untuk menggambarkan suatu benda, dan bukan untuk menggambarkan orang pribadi. Akan tetapi, analogi ini sendiri secara mandiri tidak cukup membuktikan bahwa Roh Kudus itu bukanlah orang. Bukti yang lebih akurat datang dari banyak ayat-ayat Alkitab.

Sementara Bapa dan Kristus disembah sebagai dua Makhluk atau Pribadi abadi dari Ketuhanan (Yohanes 4:23-24; Yohanes 20:28; Ibrani 1:6), tidak ada contoh di dalam Alkitab tentang Roh Kudus sebagai makhluk yang disembah. Dan memang demikian sepatutnya karena Roh Kudus itu bukan seorang pribadi, tetapi sebagai kuasa dari dua Pribadi itu: Elohim Bapa dan Yesus Kristus, sebagai anak Elohim. Mereka sama-sama memiliki Roh dan sifat yang sama (Efesus 4:4; Yohanes 10:30).  

Jika Roh Kudus itu adalah seorang pribadi, berarti rasul Paulus tidak menghormati dan sudah menghina “Dia” dengan cara mengabaikan Roh Kudus itu pada saat dia memberi salam kepada jemaat-jemaat. Dia menyebut Bapa dan Anak (Yesus Krisus) dalam ucapan salamnya tetapi secara konsisten mengabaikan Roh Kudus itu (Roma 1:7; 1 Korintus 1:3; 2 Korintus 1:2; Galatia 1:3; Efesus 1:2; Filipi 1:2; Kolose 1:2; 1 Tesalonika 1:1; 2 Tesalonika 1:1-2; 1 Timotius 1:1-2; 2 Timotius 1:2; Titus 1:4; Filemon 1:3). Rasul Petrus dan Yohanes juga menyambut anggota jemaat di beberapa suratnya di dalam nama Elohim Bapa dan Yesus Kristus, dengan cara yang sama, yakni tidak menyebut Roh Kudus – itu sungguh suatu penghinaan jika Roh Kudus itu adalah seorang pribadi (2 Petrus 1:2; 2 Yohanes 1:3).

Satu lagi hal yang membingungkan orang yang percaya bahwa Roh itu sebagai orang pribadi. Yesus berdoa kepadaNya, yakni Elohim Bapa (Yohanes 17:1), sementara itu ibuNya adalah Maria yang mengandung Dia dari kuasa Roh Kudus: “ia mengandung dari Roh Kudus” (Matius 1:18). Jadi Roh Kudus itulah menjadi “bapa” bagi Yesus, jika seandainya Roh Kudus itu adalah orang pribadi. Pemahaman yang membingungkan ini sangat mudah untuk dihindari dengan mengakui bahwa Alkitab mengajarkan bahwa Roh Kudus itu bukanlah orang pribadi tetapi kuasa yang melaluinya, Bapa memberi kehidupan manusia kepada Yesus di dalam rahim Maria.   

Masalah tatabahasa dan terjemahan

Ada contoh-contoh di dalam terjemahan Alkitab dalam Bahasa Inggris dimana kata ganti “He” dan “His” digunakan untuk merujuk pada Roh Kudus, tetapi hal ini hanyalah masalah tatabahasa dan terjemahan, bukan bagian ajaran alkitabiah. Dalam banyak bahasa, seperti Spanyol dan Yunani, kata-kata benda mempunyai jenis kelamin. Secara tatabahasa kata-kata benda itu bisa feminine [perempuan] atau masculine [laki-laki] atau neuter [tidak berjenis kelamin], entah atau tidak kata-kata benda itu merujuk pada benda hidup yang berjenis perempuan atau laki-laki.

Sebagai contoh, di dalam bahasa Spanyol, sebuah pintu adalah la puerta. Dalam bahasa Spanyol, ini adalah kata benda “feminine”, dan itu sesuai merujuk pada pintu dengan menggunakan kata ganti perempuan (ella, yang sama dengan kata ganti she dalam bahasa Inggris). Tetapi di dalam bahasa Inggris, kata ganti sebuah pintu adalah “it”, karena pintu bukanlah female [perempuan] atau male [laki-laki], tetapi sebuah benda. 

Situasi yang mirip seperti itu juga terdapat dalam bahasa Yunani – bahasa yang asli digunakan menerjemahkan Perjanjian Baru. Yesus merujuk pada Roh Kudus itu sebagai parakletos (a “comforter” [penghibur]) sebab kuasa Elohim memberi efek penghiburan dan menyemangati/menghibur kita di dalam pikiran kita dan dalam kehidupan mereka yang menerimanya). Di dalam bahasa Yunani parakletos adalah sebuah kata benda masculine [jenis kelamin laki-laki]. Oleh karena itu, di dalam bahasa Yunani sebuah kata benda masculine sesuai untuk merujuk pada parakletos.

Orang-orang penerjemah Alkitab versi King James menggunakan susunan tatabahasa ke dalam Bahasa Inggris di beberapa bagian di dalam Alkitab, misalnya Yohanes 14:16. Dengan demikian, terjemahan Bahasa Inggris, Roh Kudus itu dirujuk dengan kata ganti “He.” Akan tetapi, tidak ada bukti bahwa Roh Kudus itu adalah orang pribadi tetapi hanya dengan penggunaan tatabahasa seperti penggunaan dalam bahasa Spanyol, seperti ella (she) yang merujuk pada sebuah pintu sehingga pintu itu dianggap sebagai orang. Sekali lagi, ini hanyalah masalah penggunaan tatabahasa dan terjemahan, bukan ajaran alkitabiah. 

Tulisan ditambahkan di 1 Yohanes 5

Akhirnya, kita mencatat bahwa beberapa orang dibingungkan oleh tulisan yang terdapat di dalam 1 Yohanes 5:6-8. Di dalam versi King James dan New King James, ayat-ayat ini muncul untuk merujuk pada Roh Kudus sebagai satu anggota dari tiga “Trinitas.” Bacaan ini menyesatkan sebab hampir semua kuasa Alkitab menyatakan bahwa kata-kata (yang di dalam ayat 7-8) “Sebab ada tiga yang memberi kesaksian (di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi): Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu” bukanlah bagian dari teks asli yang ditulis oleh Yohanes, tetapi itu ditambahkan dikemudian hari (barangkali untuk membangun dukungan ajaran Trinitas). Sebagian terjemahan modern dalam bahasa Inggris, itu tidak terdapat. 

Mengingat hal ini, kita sebaiknya memperhatikan dua hal. Pertama, kenyataannya bahwa penambahan yang tidak alkitabiah ini merupakan pernyataan jelas dari pokok penting dari Trinitas yang merupakan kelemahan ajaran Trinitas itu sendiri. Itu tidak diajarkan dimana-mana di dalam kitab Suci. Kedua, sekali perkataan palsu ini dihilangkan, susunan kata yang tetap ada di 1 Yohanes 5:6-8 menyebutkan bahwa Roh Kudus itu adalah dalam urutan kata benda – bukan orang atau pribadi – yakni, air, darah dan Roh.

Untuk pelajaran lebih lanjut, bacalah artikel kami – pada situs ini – yang berjudul “Apa itu Roh Kudus?”

This article was translated from http://lifehopeandtruth.com

Tracker Pixel for Entry