Nama-nama God

Oleh Steve Moody and Erik Jones

https://lifehopeandtruth.com/god/who-is-god/names-of-god/

Ayat-ayat kutipan artikel ini diambil dari Alkitab versi: Indonesian Modern Bible, dan juga dari Indonesian Terjemahan Baru.

Alkitab menggunakan banyak nama untuk God [Elohim] Apa saja nama-nama ini, dan apa artinya? Semuanya itu mengajarkan kita suatu pelajaran yang amat penting tentang karakter dan kuasaNya. 

 

 

 

 

 

Adakah arti dari sebutan nama-nama God?  

Ya, di seluruh isi Alkitab Elohim merujuk DiriNya dengan nama dan titel yang berbeda-beda. Masing-masing nama menyingkapkan aspek sifat, karakter dan kuasaNya. Misalnya, nama Elohim, yang digunakan di Kejadian 1, adalah bentuk kata benda jamak yang pada umumnya menggunakan kata kerja tunggal. Ayat ini dan yang lain mengindikasikan bahwa Elohim lebih dari satu pribadi. Alkitab tidak mengajarkan bahwa ada sebuah “nama sakti” untuk Elohim.

Apa nama dasar untuk God? Apabila kita mempelajari Alkitab di dalam Bahasa Inggris, sepertinya Dia mempunyai dua nama: God dan LORD

Tetapi apabila kita menggali lebih dalam, kita menemui bahwa di dalam bahasa aslinya Dia memiliki banyak nama – beberapa di antaranya memiliki banyak varian.  Varian nama-nama ini sering diterjemahkan sebagai God dan LORD [Elohim dan YAHWEH (TUHAN)]

Beberapa sebutan nama bagi God

  1. Elohim
  2. El
  3. Adonai
  4. “I AM”
  5. YHWH

 

  1. Elohim = Mighty Ones [Yang Mahakuasa] (Kejadian 1:1)
  2. El = Strong, Mighty, Mighty One [Mahaperkasa] (Kejadian 14:18)
  3. Adonai = Master, Superior, the Highest Authority [Master, Yang Mulia, Penguasa Tertinggi] (Keluaran 23:17).
  4. “I AM” = The God who has existed for eternity and has no beginning or creator [Elohim yang kekal selamanya, tidak berawal atau Sang Pencipta] (Keluaran 3:14).
  5. YHWH = The Eternal, the Self-Existing God [Yang Kekal, Hidup tanpa berawal dan akhir] (Kejadian 2:4).

(Lihat daftar di akhir artikel ini untuk selengkapnya.)

Ketika kita mempelajari arti-arti nama ini, kita belajar bahwa semua itu mengajarkan kita kebenaran tentang Sang Pencipta kita. Masing-masing nama itu menyingkapkan sesuatu yang penting tentang kuasa Elohim, sifatNya, karakterNya atau perbuatanNya. Kita belajar banyak tentang Pencipta kita dengan mempelajari arti dari nama-namaNya.

Apa arti nama-nama di dalam Alkitab?

Di dalam Alkitab, nama-nama tidak digunakan untuk sekedar mengidentifikasi seseorang, tetapi sering juga mendeskripsikan kualitas tersendiri dan karakteristik dari orang yang menyandang nama itu.

Misalnya, nama Jacob dalam bahasa Ibrani (Kejadian 25:26; Kejadian 27:36) mempunyai arti sebagai “taking hold of the heel, [memegang tumit] supplanter, [pengganti] layer of snares” [jerat]. Ketika kita membaca kisah Yakub, kita menemukan bahwa nama ini persis menggambarkan karakternya sepanjang hidupnya (Kejadian 25-32).

Akan tetapi, setelah Yakub bergumul dengan Elohim sepanjang malam, Elohim mengubah namanya menjadi Israel (yang artinya “struggle with God” [bergumul melawan Elohim] atau “he prevails with God” [dia menang atas Elohim]) (Kejadian 32:28).

Oleh karena itu, di dalam Alkitab nama-nama menyingkapkan informasi penting tentang orang atau makhluk.

Tetapi bagaimana tentang nama-nama God di dalam Alkitab? Apa artinya? Apa yang disingkapkan tentang Dia?

God merujuk pada DiriNya sendiri dengan namaNya yang berbeda-beda di dalam Alkitab, dan dengan masing-masing nama itu kita belajar lebih banyak tentang Dia. Seringkali arti yang pertama kali dari nama-namaNya itu digunakan di dalam ayat Suci Alkitab memberi kita wawasan pengetahuan tentang kualitas atau karakteristik God yang Dia singkapkan melalui namaNya itu. 

Mari kita telusuri beberapa nama yang digunakan God untuk DiriNya sendiri di dalam Alkitab.

Elohim

Kata pertama yang diterjemahkan sebagai God di dalam Alkitab terdapat di Kejadian 1:1: “In the beginning God created the heavens and the earth” [Pada mulanya Elohim menciptakan langit dan bumi]. God di sini berasal dari bahasa Ibrani Elohim. Ini yang paling sering digunakan di Perjanjian Lama. Kata ini diterjemahkan sebagai God lebih dari 2,300 kali.

Elohim disingkapkan di sini sebagai Sang Pencipta langit dan bumi.

Akan tetapi, bukan hanya itu saja yang disingkapkan oleh nama ini. Elohim adalah sebuah kata berbentuk jamak. Bentuk tunggalnya ialah Eloah – sebuah kata yang hanya diterjemahkan sebanyak 52 kali dalam hubungannya dengan God yang hakiki di dalam ayat kitab Suci (41 kali di antaranya terdapat di kitab Ayub).

Di dalam bahasa Ibrani, ketika akhiran “-im” ditambahkan pada akhir sebuah kata, hal itu menjadi bentuk jamak (sama seperti akhiran “-s” di dalam bahasa Inggris dan Spanyol).

Konteks ini menunjukkan bahwa Elohim dapat digunakan untuk merujuk pada God yang hakiki atau allah-allah palsu. Pada kenyataannya, elohim diterjemahkan sebagai gods – dalam rujukannya pada allah-allah palsu – sebanyak lebih 240 kali (sebagai contoh, Keluaran 20:23).

Faktanya bahwa Elohim adalah sebuah kata bentuk jamak yang juga menyingkapkan kebenaran yang sangat penting tentang God yang hakiki. Itu menunjukkan kepada kita bahwa ada lebih dari satu pribadi dari Godhead [Ketuhanan]. Kita memahami ini dari sifat kejamakan dari Elohim di dalam Kejadian 1:26:

“Lalu Elohim berfirman: ‘Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.’"

Sepanjang tahun banyak orang-orang teologia berusaha memahami bagaimana God itu bisa menjadi sebuah nama tunggal dan jamak. Dalam penggunaannya dengan bentuk jamak Elohim dalam Kejadian 1 memperkenalkan kebenaran kepada kita sebuah kebenaran sehingga menjadi lebih jelas pemahamannya di seluruh isi Alkitab: bahwa God tidak sendirian. Bacalah Yohanes 1:1-3, 14. 

Alkitab juga menyingkapkan bahwa manusia diciptakan dengan potensi menjadi anggota keluarga Elohim dan mereka menjadi anakNya laki-laki dan perempuan (2 Korintus 6:18).

El

El adalah singkatan dari Eloah dan Elohim. El menekankan arti kekuatan dan keperkasaanNya. Ini sangat sering diterjemahkan sebagai God di dalam Perjanjian Lama.

El kadang-kadang digunakan dalam hubungannya dengan kata lain untuk menggambarkan berbagai aspek dari sifat dan karakter Elohim. Berikut ini beberapa contoh:

  • El Shaddai: Perkataan Shaddai mempunyai arti “Mahakuat” atau “Mahakuasa.” Jadi, ketika digabungkan dengan El, maka nama ini berarti “God Almighty” atau “God Most Powerful” [Elohim yang Mahakuasa atau Mahaperkasa]. Itu menekankan bahwa God itu tidak ada taranya dalam kekuasaanNya. Menurut The Complete Word Study Old Testament, nama ini digunakan untuk menggambarkan God 48 kali di dalam Perjanjian Lama (hal. 2371). (Contoh-contohnya terdapat Kejadian 17:1; 28:3; Keluaran 6:3.)    
  • El Elyon: Kata sifat elyon artinya “ditinggikan, tinggi, dimuliakan” (The Complete Word Study Old Testament, p. 2349). Jadi, ketika disatukan dengan El, nama ini artinya “God the Most High” [God Yang Mahatinggi atau Mahamulia]. Ini menekankan pengertian bahwa God itu adalah penguasa tertinggi yang tidak ada taranya atas segala sesuatu. (Contoh-contoh untuk nama ini terdapat di Kejadian 14:18-20; Mazmur 78:35; 47:2; 97:9.) Menarik bahwa dalam bacaan di Yesaya tentang pencobaan Lucifer untuk menggulingkan takhta Elohim dan menjadikan dirinya sebagai “yang mahatinggi” (Yesaya 14:14). Ini merupakan sebuah usaha Lucifer yang mencoba menjatuhkan God tetapi gagal total.
  • El Olam: Kata benda olam artinya “kekal, selamanya, awet, abadi, tidak berujung, selalu, selama-lamanya” (ibid., pp. 2347-2348). Jadi, ketika disatukan dengan El, nama ini artinya “the Everlasting God [God yang abadi] atau “the Eternal God” [Tuhan kekal]. (Nama ini terdapat di Kejadian 21:33.)
  • El Mosha’ah: Kata benda mosha’ah artinya “tindakan yang menyelamatkan, atau keselamatan.” Nama ini menekankan karakter Elohim yang penuh kasih dan kuasaNya atas segalanya. Dia adalah God yang mengasihi dan yang peduli terhadap orang pilihanNya bahwa Dia membebaskan dan menyelamatkan mereka. (Nama ini terdapat hanya satu tempat di dalam Alkitab, yakni Mazmur 68:20.)

El sering dilekatkan pada nama-nama individu di dalam Alkitab. Ketika anda melihat sebuah nama yang memiliki el, itu sering menjadi nama yang menyatakan sebuah elemen kuasa dan karakter Elohim.

Beberapa contoh adalah: Israel (“orang yang menang atas God”), Samuel (“Namanya adalah El” dan “mendengar Tuhan”), Eleazar (“God telah menolong”), Immanuel (God bersama kita”), Michael (“Siapa seperti God”), Elimelech (“Tuhanku adalah raja”) dan Elijah (Tuhanku adalah Yah”).

Adonai

Kata Adonai adalah sebuah bentuk penegasan dari kata benda Adon. Arti dasar nama ini adalah “‘lord’ [tuhan] dalam pengertian superior, master, atau pemilik” (Zondervan Expository Dictionary of Bible Words, p. 416).

Kata ini menekankan arti kekuasaan yang sedang dideskripsikan. Tetapi, berbeda dari nama-nama God yang lain (seperti YHWH [TUHAN] atau “I AM” [Aku adalah Aku]), penggunaannya di dalam Alkitab tidak terbatas untuk menggambarkan hanya God saja. Nama ini kadang-kadang digunakan untuk mengidentifikasikan makhluk manusia yang memiliki kekuasaan (Kejadian 40:1). 

Ketika digunakan untuk God, para penerjemah Alkitab biasanya menerjemahkan Adonai sebagai “Lord” (dengan menggunakan huruf besar – LORD). Nama ini sering digunakan bersamaan dengan YHWH atau Elohim untuk memberikan penekanan berulang terhadap kuasa mutlak Elohim. Berikut ini adalah beberapa contoh:

  • “Ya, YAHWEH, Tuhan kami, betapa mulianya NamaMu di seluruh bumi!” (Mazmur 8:10)
  • “Sebab aku mengetahui bahwa YAHWEH itu besar, dan Tuhan (Adonai) kita mengatasi segala ilah” (Mazmur 135:5).

“I AM” [“AKU ADALAH AKU”]

Dalam Keluaran 3 kita membaca ayat-ayat dimana Elohim sedang berbicara kepada Musa dari semak duri dan menyingkapkan bahwa Musa akan diutus untuk membebaskan bangsa Israel dari perbudakan Mesir. Musa bertanya kepada Elohim siapa nama yang akan dia katakan kepada orang Israel di Mesir ketika dia berbicara kepada mereka di sana (Keluaran 3:13).

Elohim menjawab, “AKU ADALAH AKU. … Beginilah kau katakan kepada orang Israel itu, ‘I AM [AKU] telah mengutus aku kepadamu’” (ayat 14). Ini barangkali kedengarannya agak aneh bahwa Elohim menyebut DiriNya “I AM” [AKU]. Mengapa Dia menyebut DiriNya “AKU”?

Bahasa Ibrani untuk “AKU” adalah hayah. Dalam konteks ini, kata ini secara khusus berarti “ada.”

Apa yang dikatakan Elohim ialah bahwa Dia adalah Dia, dan Dia selalu ada. Dia tidak ada asal mula, tidak berleluhur. Dia tidak berasal dari sesuatu tempat yang bersifat fisik. Dia ada dan telah selalu ada.

Pada zaman dulu, orang seringkali diidentifikasi oleh seseorang dari mana asal orangtua mereka. Misalnya, Yosua dikenal sebagai “Yosua bin Nun” (Bilangan 11:28) dan Ismail disebut “anak Hagar, orang Mesir” (Kejadian 21:9). Si raksasa terkenal jahat yang ditewaskan oleh Daud itu dikenal sebagai “Goliat dari Gat” (1 Samuel 17:4). Rasul Paulus asal-usulnya dikenal sebagai “Saulus dari Tarsus” (Kisah Para Rasul 9:11).

Jadi, ketika Elohim menyebut DiriNya sebagai “I AM,” Dia menyatakan bahwa Dia tidak berbapa atau beribu yang menciptakan Dia. Dia tidak mempunyai silsilah dan tidak memiliki asal-usul jasmani.

Dia ada dan telah ada.

LORD (YHWH) [TUHAN (YHWH)]

Nama yang paling sering digunakan untuk God diterjemahkan sebagai LORD di dalam Perjanjian Lama.  Yang pertama kita baca di kitab Kejadian 2:4. Kata ini terdapat lebih dari 6,500 kali.

Terdiri dari empat huruf konsonan Ibrani, yang telah direpresentasikan di dalam bahasa Inggris dalam berbagai transliterasi: YHVH, JHVH, IHVH, JHWH dan YHWH. Keempat konsonan ini telah diberi sebuah nama – Tetragrammaton (sebuah kata dalam bahasa Yunani yang artinya “four letters” [empat huruf]). Kapan saja pun anda membaca huruf cetak LORD [TUHAN] di dalam Alkitab, itu diterjemahkan dari Tetragrammaton. (Ketika anda membaca “Lord” [Tuhan] bukan huruf cetak, itu biasanya diterjemahkan dari Adonai.)

Orang Yahudi menganggap kata YHWH itu terlalu suci untuk disebut, jadi mereka sengaja untuk tidak mencatat pelafalan/pengucapannya. Hari ini tidak ada orang yang tahu persis bagaimana pengucapannya.  

Bahasa Ibrani memiliki 22 konsonan [huruf mati] (sebagian Alkitab memuat konsonan ini di kitab Mazmur 119 sebagai sub judul setiap delapan ayat). Huruf vokal diindikasikan dengan cara menempatkan berbagai titik atau garis kecil sekitar konsonan-konsonan ini.

Jurutulis Yahudi yang melestarikan ayat-ayat Suci Alkitab berbahasa Ibrani dengan tangan mereka sengaja tidak menuliskan huruf vokal untuk kata ini dari naskah – dengan demikian hanya menuliskan huruf konsonan (YHWH).

Oleh karena itu, tidak ada pengucapan yang pasti dari kata ini. Pengucapan yang pada umumnya digunakan seperti Jehovah atau Yahweh adalah hanya dugaan. Sebagian besar sarjana Alkitab percaya “Yahweh” barangkali sebuah pengucapan yang lebih mendekati, karena bunyi huruf j tidak digunakan di dalam bahasa Ibrani. 

Tetapi apa yang penting bukanlah pengucapannya. Apa yang terpenting ialah arti dari nama tersebut.

Arti YHWH mirip dengan arti “I AM” [AKU ADALAH AKU]. Arti dasarnya adalah “the self-existing One” [yang ada Sendiri] atau “Yang Kekal selamanya.” Kata ini menekankan bahwa God [Elohim] telah hidup dalam kekekalan – Dia tidak bermula dan tidak berakhir. Dia tidak ada menurut sejarah atau dengan cara apapun – Dia adalah self-existent [ada sendiri]

Mounce’s Complete Expository Dictionary of Old and New Testament Words memberikan penjelasan yang baik terhadap dua nama ini: “Hubungan antara ‘I AM’ dan ‘Yahweh’ ialah bahwa keduanya adalah pribadi dalam bentuk lisan. ‘I AM’ adalah orang pertama dari kata kerja ‘to be’ … dan ‘Yahweh’ merepresentasikan orang ke-tiga dari kata kerja yang sama, seperti ‘HE IS’ atau ‘HE WILL BE” [DIA ADALAH DIA]  (p.422).

Banyak ayat Alkitab lain menjelaskan kebenaran esensial secara rinci tentang arti dari nama YHWH:

  • “Diberkatilah YAHWEH, Elohim Israel, dari kekal sampai kekal” (Mazmur 41:14).
  • “Sebelum gunung-gunung dilahirkan, bahkan sebelum Engkau membentuk bumi dan dunia, dari kekal sampai kekal, Engkaulah Elohim” (Mazmur 90:2).
  • “Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi yang mendiami kekekalan dan yang NamaNya adalah Kudus, ‘Aku bersemayam di tempat tinggi di tempat kudus, tetapi juga bersama dengan orang-orang yang remuk dan rendah hati, untuk memulihkan semangat orang-orang yang rendah hati, dan untuk memulihkan orang-orang yang remuk hati” (Yesaya 57:15).
  • "Tetapi engkau, hai Bethlehem Efrata, sekalipun engkau yang terkecil di antara kaum Yehuda, namun dari padamu akan bangkit bagiKu, seorang yang akan memerintah Israel, yang sudah ada dari sejak zaman dahulu kala, sekarang dan selamanya” (Micah 5:2).

Seperti nama El, YHWH juga digunakan dalam hubungannya dengan atribut lain Elohim untuk menyebut nama-nama bentukan dari YHWH.

Berikut adalah beberapa contoh:

  • YHWH Rapha: Kata kerja rapha artinya “menyembuhkan,” “mengobati” atau “menjadikan sehat.” Jadi ketika disatukan dengan El, nama ini artinya “Elohim Yang Memulihkan.” Kita membaca nama ini di Keluaran 15:26: “Karena Akulah YAHWEH, Penyembuhmu." Banyak ayat Alkitab menunjukkan kuasa Elohim untuk menyembuhkan penyakit dan untuk membangkitkan orang mati (Mazmur 41:3; 107:20;146:8; 147:3; Yesaya 53:5).
  • YHWH Jirah: Sebagian besar Alkitab berbahasa Inggris menerjemahkan arti nama ini dengan jelas di dalam bacaan dimana itu digunakan: "The-LORD-WILL-Provide” [Di atas gunungNya, YAHWEH menyediakan] (Kejadian 22:14). Banyak bacaan Alkitab menjelaskan dengan rinci di dalam aspek karakter Elohim – bahwa Dia senang memberkati kita dan menyediakan seluruh kebutuhan kita (Mazmur 65:9-13; 107:9; 145:16; Matius 6:26; Filipi 4:19; Yakobus 1:17).   
  • YHWH Nissi: Sebagian besar Alkitab berbahasa Inggris juga menjelaskan nama ini dengan jelas di dalam terjemahannya: “The-LORD-IS-My-Banner” [YAHWEH Nissi, YAHWEH Panji-panjiku (Keluaran 17:15). Panji adalah bendera atau standar yang menunjukkan suatu laskar atau sebuah kelompok untuk mengidentifikasi, dari jauh, siapa dan dimana mereka. Nama ini menunjukkan bahwa kita sebaiknya selalu melihat Elohim sebagai pelindung kita pada saat kita menghadapi pergumulan hidup. Kita datang kepada Dia untuk pertolongan dalam mencapai kemenangan rohani (1 Korintus 15:57).  
  • YHWH Tsidkenu: Perkataan tsidkenu dalam bahasa Ibrani (atau tsedeq) artinya “kebenaran, kelurusan, atau apa yang benar dan adil.” Kita membaca nama ini dalam dua tempat di dalam Alkitab, dan keduanya di kitab Yeremia: “YAHWEH Tsidkenu, YAHWEH Kebenaran Kita” (Yeremia 23:6, juga di Yeremia 33:16). Nama ini menekankan bahwa karakter Elohim dan jalanNya sempurna, benar dan adil. Tidak ada kesalahan di dalam Elohim; tindakanNya, jalanNya dan pengadilanNya dan penghakimanNya selalau benar (Ulangan 32:4; Mazmur 7:11; 145:17; 1 Yohanes 1:5). Elohim memberi kita 10 Perintah untuk menolong kita belajar bagaimana untuk benar seperti Dia (Mazmur 119:172).
  • YHWH Tsaba’: Bahasa Ibrani tsaba’ adalah sebuah bentuk kata benda yang menggambarkan sebuah bala tentara – sekumpulan tentara yang siap untuk berperang. Alkitab berbahasa Inggris biasanya menerjemahkan kata ini sebagai host, sebuah kata dalam bahasa Inggris kuno yang berarti sekumpulan tentara atau pasukan dalam jumlah besar yang terorganisir untuk perang. Jadi nama ini diterjemahkan di sebagian besar terjemahan Alkitab sebagai: “The LORD of hosts” [TUHAN bala tentara] (Mazmur 24:10). Ini digunakan sebanyak 235 kali di dalam Perjanjian Lama. Nama ini menekankan kuasa tertinggi Elohim dan kepemimpinan atas bala tentara malaikat di sorga. Alkitab menjelaskan bala tentara malaikat Elohim sebagai “innumerable” [yang tidak terhitung banyaknya] (Ibrani 12:22; baca juga Wahyu 5:11). Nama “LORD of hosts” menggambarkan bayangan yang dinubuatkan atas kedatangan Yesus Kristus kembali ke bumi ini – yang diikuti oleh hosts of angels [malaikat yang berlaksa-laksa] yang akan bergabung dengan orang-orang kudus yang dibangkitkan (Matius 25:31; Markus 8:38; 1 Tesalonika 3:13; Yudas 1:14). Hal ini menekankan kuasa dan kekuatan Elohim yang absolut dan yang tidak ada taranya.
  • YHWH Shalom: Shalom artinya “damai.” Tetapi kata ini digunakan dalam hubungannya dengan nama Elohim, yang secara spesifik menggambarkan bahwa damai hanya datang dari Elohim. Nama YHWH Shalom ini hanya sekali digunakan di dalam Alkitab, yakni di Hakim-hakim 6:24: “YAHWEH Shalom, YAHWEH Damai Sejahtera.” Nama ini mengajarkan kepada kita bahwa damai sejati (hati damai, kehidupan damai dan damai bagi dunia) datang hanya dari Elohim dan kebenaranNya. Alkitab menjelaskan dalam banyak hal bagaimana Elohim membawa damai (Mazmur 23:1-6; 119:165; Yesaya 26:3, 9:6; Yohanes 14:27; Filipi 4:6-7; 2 Tesalonika 3:16).  

Ada satu bacaan di dalam Alkitab yang unik karena berisi Tetragrammaton [nama-nama untuk Tuhan dalam bahasa Ibrani] dan juga nama-nama besar God lainnya – semuanya dirangkum dalam satu ayat:

  • “Sebab YAHWEH, Elohimmu, Dialah Elohim atas segala ilah dan Tuhan atas segala tuhan [Adon], Elohim [El] yang besar, yang perkasa dan dahsyat, yang tidak memandang muka, dan tidak menerima suap” (Ulangan 10:17).

Belajar dari nama God yang berbeda-beda di dalam Alkitab

Kami berharap artikel ini telah menolong anda dalam memperoleh pemahaman yang lebih dalam atas nama-nama yang telah digunakan oleh Sang Pencipta anda untuk menyingkapkan DiriNya. Nama-nama God tidaklah sekedar bunyi fonetik yang kosong, tetapi pernyataan yang mengandung arti yang mendalam dari kuasaNya, karakterNya dan banyak hal yang dikerjakanNya bagi orang-orang kudusNya.

Dengan mempelajari banyak nama-nama bagi Elohim di dalam Alkitab, kita bisa mengenal Dia lebih dekat.

This article was translated from http://lifehopeandtruth.com

Tracker Pixel for Entry